Skip to content
Suasana kabin bus antar kota dengan kursi yang tertata dan barang bawaan penumpang

Kebiasaan Penumpang Bus yang Bikin Perjalanan Kurang Nyaman

Kamu sudah dapat kursi dekat jendela, suhu kabin pas, dan bus berangkat tepat waktu. Tetapi dua jam kemudian perjalanan terasa panjang karena penumpang di belakang menelpon dengan suara keras sepanjang jalan. Kenyamanan di bus antar kota memang ditentukan oleh banyak hal kecil yang dilakukan orang lain di sekitar kita. Tujuh kebiasaan penumpang bus yang mengganggu berikut paling sering muncul, dan semuanya bisa dihindari tanpa perlu aturan tertulis.

1. Menelepon dengan suara keras di dalam kabin

Kabin bus punya akustik yang membuat suara telepon merambat jauh ke depan dan belakang. Penumpang yang berbicara dengan volume normal pun masih terdengar jelas tiga baris di belakangnya. Kalau harus menerima panggilan penting, bicara lebih pelan dan tutup mulut dengan tangan sudah cukup menekan suara. Untuk obrolan panjang, lorong dekat pintu belakang atau area tangga lebih tepat.

2. Menurunkan sandaran kursi sampai batas maksimal

Sandaran kursi bus bisa direbahkan hampir 45 derajat. Saat kursi di depanmu rebah penuh, ruang lutut menyusut drastis dan meja lipat tidak bisa dipakai. Rebahkan secukupnya, dan lihat dulu apakah penumpang di belakang sedang memakai meja atau menggendong anak. Kalau ingin tidur lebih lama, pilih kursi paling belakang yang memang tidak punya penumpang di belakangnya.

3. Melepas alas kaki di kursi

Sirkulasi udara kabin bus bekerja dengan resirkulasi, artinya udara yang sama berputar selama perjalanan. Bau yang muncul di satu baris akan tersebar ke seluruh kabin dalam hitungan menit. Kalau kaki terasa pegal, pakai sandal jepit yang dibawa dari rumah dan simpan sepatu di dalam kantong plastik. Ini juga alasan pentingnya memilih kursi dengan sirkulasi udara yang baik, seperti dibahas di panduan cara memilih kursi bus antar kota.

4. Menaruh tas di kursi sebelah

Bus antar kota sering berangkat penuh, dan kursi kosong di sebelahmu akan diisi penumpang yang naik di terminal berikutnya. Menaruh tas di kursi membuat orang harus meminta dengan canggung atau berdiri menunggu. Simpan tas di bagasi bawah, atau letakkan di pangkuan dan bawah kaki kalau barangnya kecil. Penumpang yang membawa barang banyak bisa membaca cara membawa barang di bus antar kota agar tidak perlu menumpuk tas di kursi.

5. Membuka tirai jendela tetangga

Matahari pagi dari sisi timur bisa menyorot wajah penumpang yang sedang tidur. Tirai jendela di bus diatur per kursi, jadi membukanya hanya memengaruhi satu orang. Kalau ingin melihat pemandangan, buka tiraimu sendiri dan pastikan tidak menarik tirai sebelah. Sebaliknya, kalau silau, cukup tutup tiraimu tanpa meminta orang lain ikut menutup.

6. Makan makanan berbau menyengat

Perjalanan panjang sering membuat lapar, dan banyak penumpang membeli makanan di rest area lalu membawanya masuk. Gorengan, makanan bersambal kuat, dan buah berbau tajam menyebar cepat di ruang tertutup. Makan di area rest area lebih nyaman, atau pilih camilan kering yang tidak berbau. Bungkus sisa makanan dan buang di tempat sampah, bukan diselipkan ke kantong kursi.

7. Berdiri dan berjalan saat bus melaju

Bus antar kota melaju di jalan tol dengan kecepatan stabil, tetapi tetap ada guncangan dan pengereman mendadak. Berjalan ke toilet saat bus bergerak berisiko terpeleset, apalagi kalau lantai basah. Manfaatkan waktu berhenti di rest area untuk ke toilet dan menggerakkan kaki. Ini juga kesempatan memeriksa jadwal tibamu, seperti dijelaskan di cara menghitung waktu tiba bus antar kota sendiri.

Sebagian besar gangguan di bus antar kota datang dari hal yang dianggap sepele oleh pelakunya, tetapi terasa besar bagi puluhan orang di belakangnya.

Kebiasaan yang justru membantu penumpang lain

Ada beberapa kebiasaan yang membuat perjalanan lebih ringan untuk semua orang. Coba terapkan beberapa di antaranya:

  • Tawarkan bantuan menaikkan tas ke bagasi atas kalau ada penumpang lansia atau membawa anak.
  • Pakai earphone saat menonton video atau mendengarkan musik, termasuk saat menonton balapan. Kalau perlu menyiapkan jadwal tontonan selama di jalan, ada panduan cara membuat jadwal nonton F1 dan MotoGP musim penuh yang bisa disiapkan sebelum berangkat.
  • Beri tahu tetangga kursi kalau akan keluar saat berhenti di rest area, supaya barangmu tidak dianggap tertinggal.
  • Buang sampah ke kantong sendiri dan bawa turun saat tiba.
  • Matikan lampu baca saat penumpang lain mulai tidur.

Etika di bus sebenarnya sederhana: perlakukan kursi sebelah seperti ruang tamu bersama. Kalau kamu pernah merasa terganggu oleh penumpang yang berisik, kejadian serupa bisa kamu hindari dengan mengatur posisi duduk sejak awal. Panduan memilih kelas bus antar kota ekonomi vs eksekutif membantu menyesuaikan ekspektasi soal ruang dan fasilitas yang didapat.

Kalau perjalanan ternyata terlambat dan suasana mulai tegang, sikap tenang tetap yang paling membantu. Ada tips cara menghadapi keterlambatan bus antar kota yang bisa dipraktikkan sambil menunggu.

Ringkasan

Tujuh kebiasaan di atas muncul karena penumpang jarang menyadari dampaknya ke orang lain. Mengatur volume suara, posisi sandaran kursi, dan penempatan barang sudah menutup sebagian besar sumber ketidaknyamanan. Sisanya tinggal kesadaran bahwa kabin bus adalah ruang sempit yang dipakai bersama selama berjam-jam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah boleh membawa selimut dan bantal leher sendiri di bus antar kota?

Boleh, dan banyak penumpang melakukannya di perjalanan malam. Pilih selimut tipis yang mudah dilipat agar tidak memakan ruang kaki. Pastikan tidak menutupi wajah sepenuhnya karena kru bus perlu mengenali penumpang saat pengecekan tiket.

Bagaimana kalau penumpang di sebelah terus berisik dan sulit ditegur?

Mulai dengan permintaan sopan dan spesifik, misalnya meminta volume telepon dikecilkan. Kalau tidak berubah, sampaikan ke kru bus yang biasanya berkeliling saat perjalanan. Kru punya kewenangan menegur dan kadang memindahkan penumpang kalau ada kursi kosong.

Apakah lampu kabin bus antar kota dimatikan saat malam?

Sebagian besar bus mematikan lampu utama kabin setelah jam tidur dan hanya menyisakan lampu baca per kursi. Kalau lampu baca di sebelahmu mengganggu, kamu bisa memakai penutup mata. Sebaliknya, matikan lampu bacamu saat mayoritas penumpang sudah tidur.